Memcached 1.4.11 RPMs pada CentOS 5.7.

  • Setup RPM Build environment dan beberapa dependencies :
sudo yum -y install rpmdevtools libevent-devel rpmdev-setuptree
  • Ambil dan tempatkan source dan spec file:
wget http://memcached.googlecode.com/files/memcached-1.4.11.tar.gz \ -O ~/rpmbuild/SOURCES/memcached-1.4.11.tar.gz
wget https://raw.github.com/nmilford/specfiles/master/memcached-1.4/memcached-1.4.spec \ -O ~/rpmbuild/SPECS/memcached-1.4.spec
  • Membuat RPM:
rpmbuild -bb ~/rpmbuild/SPECS/memcached-1.4.spec
  • Lalu lakukanlah penginstalan memcached:
sudo rpm -Uvh ~/rpmbuild/RPMS/x86_64/memcached-1.4.11-1.x86_64.rpm
  • Install libevent.
sudo yum -y install libevent

Lalu lakukan setting cache size dan yang lainnya di dalam /etc/sysconfig/memcached, tapi terutama harus meng-enable slab manipulation option.

di dalam OPTIONS environment variable tambahkan

-o slab_reassign

untuk manual adjustment dan

-o slab_reassign,slab_automove

jika akan mencoba Algoritma memory reassignment otomatis.

Nah... sekarang silahkan mencobanya dengan!

sudo /etc/init.d/memcached start
  • lakukan verifikasi jika sudah up :
echo stats | nc localhost 11211
  • Untuk melihat informasi slab :
 echo stats | nc localhost 11211 | grep slab 
  • Membuat algorithma otomatis untuk ON atau OFF :
echo "slabs automove 0" | nc localhost 11211 

Selamat mencoba ..............

Rilis CentOS-6.2

jadi ingat mau posting announce rilis baru centos, berikut ini berita nya :

December 20th 2011

The CentOS team is pleased to announce the immediate availability of CentOS-6.2 for i386 and x86_64 Architectures.

CentOS-6.2 is based on the upstream release EL 6.2 and includes
packages from all variants. All upstream repositories have been combined into one, to make it easier for end users to work with.

There are some important changes to this release compared with the previous versions of CentOS and we highly recommend reading this announcement along with the Release Notes.

LiveCDs and LiveDVDs for i386 and x86_64 are also released. These bring in the ability to directly install from the live media.

There is also a minimal install CD that will get you a very small base install that you can add to.

And now: Have fun.

Release Notes: CentOS
Download: i386 | x86_64

 

Using OpenLDAP for Remote Authentication

LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) provides a standard way of accessing directories that can contain hierarchical information for anything from address books to authentication data. OpenLDAP, the open source implementation of LDAP, is robust and competitive with commercial products such as Microsoft’s Active Directory. If you’d like to see some of its benefits for yourself, here’s an introduction to the software and instructions on how to implement OpenLDAP as an authorization server.

OpenLDAP is designed to work with data that does not change frequently. Its default database back end, Berkeley DB, is optimized for searches and reads, and utilizes caching. OpenLDAP supports other database back ends, such as MySQL, but they cannot compete in terms of performance with Berkeley DB.

Before you work with OpenLDAP, you need a basic understanding of its terminology. RFC 4519 describes LDAP’s object attributes in detail, and this glossary is another good reference, but here are a few concepts that will help you get started.

In the root of LDAP’s directory is the DSA-Specific Entry (DSE), a.k.a. RootDSE. This is the top-level entry, which holds the base information about the server, such as its domain and capabilities.

Every entry in the LDAP directory is uniquely identified by a Distinguished Name (DN), which is a combination of strings that uniquely identifies the entry. The server also assigns an Unambiguous Identifier (UUID) to each entry, because a DN may change – for instance, when a DN includes the family name of a female employee who marries and changes her name. In such situations, the connection to the DN would have been lost if there was no UUID. A Relative Distinguished Name (RDN) comprises an entry’s attributes followed by the DN of the parent entry.

See an Original Artikel

Persiapan perangkat

Untuk menginstall Linux sebenarnya tidak ada yang spesial, anda hanya membutuhkan file ISO Linux baik dalam bentuk Hard CD atau File ISO via Flash Drive, mungkin yang perlu di perhatikan adalah jika mengiginkan untuk memaksimalkan Desktop Linux, maka sisi Hardware menjadi hal utamanya.

Disisi tulisan ini dibahas ketersediaan Hardware untuk Fedora Linux yang mengacu dari Website Fedora Project untuk rilis terakhir saat ini yaitu Fedora 16.

Arsitektur

Type processor terbagi dua Arsitektur yaitu X86 dan X86_64 , Minimal kecepatan prosesor sebenarnya tergantung pada akan digunakan untuk apa Linux tersebut, metode instalasinya atau untuk perangkat keras tertentu. Meskipun beberapa konfigurasi mungkin bekerja pada Pentium 3, tetapi sebaiknya untuk mempertimbangkan menggunakan Pentium 4 atau prosesor yang lebih modern, atau prosesor lain yang setara dari produsen lain.

RAM

Minimum RAM yang digunaka untuk text-mode adalah 768 MiB, Minimum RAM untuk graphical adalah 768 MiB tetapi sangat di rekomendasikan menggunakan RAM untuk graphical adalah 1152 MiB.

Hardisk

untuk menginstall Paket Fedora 16 secara komplit, dibutuhkan ketersediaan hardisk sekitar 9GB, walau terkadang kebutuhan akhir penginstalan bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung seberapa banyak paket pelengkap yang diinstall.

Masih banyak yang perlu dibahas mengenai ketersediaan perangkat untuk instalasi Linux, tetapi yang menjadi hal yang sangat penting adalah ketiga perangkat tersebut di atas, silahkan menambahkan sendiri sesuai kebutuhan anda.

Sistem Operasi

Sistem Operasi untuk sebuah Komputer atau Gadget, yang marak akhir-akhir ini di bicarakan, merupakan sebuah keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan, ibarat sebuah Angkot tanpa supir sang pengendali tak akan ada artinya apa-apa. perkembangan Sistem Operasi saat ini sudah sangat bersaing, dari Android, MacOs, Microsoft, Linux, Simbian dlsb.

Pada Artikel ini saya hanya membahas Linux OS, yang sudah sangat berkembang dan sudah mulai merambah ke komputer desktop bahkan sudah bersaing pada perangkat Gadget.

Linux (Unix Like) diciptakan oleh Linus Torvalds yang di rilis pertama kali pada 5 Oktober 1991, Linux dibuat dibawah Free and Open Source Software model, Linux bisa beroperasi dibanyak perangkat seperti Komputer/PC, Mobile Phone, Game Consol, Router, Servers dan masih banyak lagi, dan sangat handal jika di gunakan untuk keperluan Server, boleh dikatakan sekitar 90% super komputer saat ini menggunakan linux dengan berbagai macam varian distribusi (Distro).

Hadirnya Distro atau Distribusi yang beragam menunjukkan berkembangnya Linux yang paling menonjol, kolaborasi para pengembang  free and open source software, bekerja sama mengembangkan kode sumber yang menjadi DASAR dapat digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan secara komersial atau non komersial, oleh siapapun di bawah lisensi seperti GNU General Public License.

Perkembangan distribusi Linux ini bisa di pantau melalui Distrowath website ini dikhususkan untuk memantau persaingan antar Distribusi Linux, dan sekaligus menjadi media informasi untuk mengenalkan Distro-distro baru yang muncul.   

Fedora 16 review

Fedora 16 (Verne) Didedikasikan untuk Dennis Ritchie seperti yang dituliskan pada Dokumentasi Release Notes Fedora Project, selama persiapan Fedora 16, dunia komputasi kehilangan salah satu kontributor yang besar. Ritchie menciptakan Unix dan bahasa C, ia juga ikut menulis “The C Programming Language”, sebuah buku yang mengajarkan banyak programmer, tanpa Ritchie komputasi akan tidak seperti sekarang ini. Seorang pria rendah hati, Dennis akan selalu diingat, terima kasih Dennis.

Fedora 16 (Verne) dirilis pada tanggal 8 November 2011 mengalami banyak perubahan dari versi-versi sebelumnya, fitur utamanya adalah peningkatan pada:

  • Cloud computing support, diantaranya Aeolus Conductor, Condor Cloud, HekaFS, OpenStack dan pacemaker-cloud 
  • KDE Plasma workspaces 4.7
  • GNOME 3.2
  • Beberapa perbaikan pada sistem inti termasuk GRUB 2 dan penghapusan HAL.
  • Update libvirtd, guest inspection, virtual lock manager dan pvops based kernel untuk Xen virtualization support.

Linus mengatakan:

I decided to just bite the bullet, and call the next version 3.0.
It will get released close enough to the 20-year mark, which is excuse enough for me, 
although honestly, the real reason is just that I can no longer comfortably count as high as 40.

Linus Torvalds me-rilis kernel versi 3 dalam rangka untuk merayakan 20 tahun Linux di gunakan didunia, sungguh sebuah apresiasi yang tak terhingga. Kernel rilis 3 mempunyai jarak sekitar 15 tahun dengan rilis sebelumnya 2.0

Fedora 16 mengadopsi beberapa teknologi baru untuk meningkatkan kecepatan, keamanan dan efisiensi dari proses boot, diantaranya:

Aeolus Conductor
Aeolus Conductor adalah web tools instan untuk create dan manage cloud dari berbagai macam type cloud. untuk mengetahui lebih banyak silahkan ke Aeolus project

Condor Cloud
Condor Cloud adalah sebuah Infrastructure as a Service (IaaS) cloud implementation. yang memungkinkan untuk membuat banyak VMs (Virtual Machines) dari beberapa image. user interface dari Deltacloud API, implementasi menggunakan Condor.

HekaFS
HekaFS 0.7 meningkatkan fiture GlusterFS dengan  multi-tenancy, security, dan management features, HekaFS deployment membutuhkan pengetahuan bagaimana untuk set up OpenSSL keys and certificates untuk menfasilitasi authentikasi dari pengelolaan I/O levels.

Matahari
Matahari, merupakan koleksi dari APIs acces melalui remote dan local interface untuk system monitoring dan management. Matahari APIs melayani via kumpulan dari Agents. Matahari juga mencakupi framework untuk memasukkan Agents baru dan APIs.
yang dimaksud dari Agents adalah:

  • Host - sebuah agent untuk memantau dan mengontrol hosts
  • Networking - sebuah agent untuk memantau dan mengontrol network devices
  • Services - An sebuah agent untuk memantau dan mengontrol system services

Pacemaker-cloud
Pacemaker-Cloud memberikan kehandalan yang tinggi untuk penyediaan applikasi dalam virtual machines pada single node. Fitur ini menyediakan  shell untuk membentuk virtual machine images, menghubungkan sumber daya dengan virtual machines, dan mengkombinasikan image ini kedalam deployable. Deployable kemudian dapat akses dan di monitoring untuk kinerja yang tinggi. Jika virtual machines atau apliksi rusak, komponen ini akan merestart untuk mengurangi MTTR (mean time to repair) serta meningkatkan kehandalan tanpa harus operator yang melakukan manual restart.

KDE Plasma Workspace 4.7

KDE adalah salah satu Desktop Environment yang populer, kaya akan fitur dan stable yang digunakan oleh banyak pengguna Fedora. Fitur baru pada KDE Plasma Workspace 4.7 antara lain adalah kdeplasma-networkmanagement yang support untuk NM 09, pemisahan paket untuk beberapa modul yang sebelumnya monolitik, pengintegrasian gtk-3 theming, support terhadap GRUB 2, Qt 4.8 dengan Qt Mobility framework.

GNOME 3.2

Setelah meng-update pada Fedora 15, GNOME desktop kembali digunakan pada versi saat ini, banyak komponen yang mengalami update untuk di integrasikan agar lebih baik dengan  GNOME Shell diantaranya: Login Screen mengalami perbaikan visual untuk mencocokkan dengan desktop theme, kemudian NetworkManager menggunakan GNOME Shell's system dialogs untuk otentifikasi, jauh lebih baik untuk chating, daftar kontak dapat dicari melalui shell, GNOME Shell terintegrasi dengan On-screen keyboard, baik untuk kemudahan akses dan perangkat keyboard-les (tablet)

GPT Disk Labels

Pada Fedora 16, non-EFI x86 (32 dan 64 bit) sistem, anaconda akan default membuat GPT disklabels (partition tables) bukan MSDOS disklabels. Pada sistem ini, saat melakukan booting dari disk, sangat dianjurkan (tidak selalu diperlukan dalam semua kasus, tergantung pada sistem BIOS / firmware) untuk membuat create BIOS boot partitiona sebesar 1MiB. Partisi ini akan digunakan oleh bootloader (grub2) untuk penyimpanan, Partisi otomatis akan membuat partisi yang tepat, namun pengguna yang memilih partisi custom harus membuat partisi ini secara manual. Partisi BIOS boot ini hanya digunakan pada non-EFI x86 systems yang merupakan perangkat boot disk GPT disklabels.

GRUB 2

Pada Fedora 16, GNU Grand Unified Bootloader (GRUB) versi 2, merupakan perubahan terbesar pada Fedora, yang memungkinkan opsi konfigurasi yang lebih baik, dukungan yang lebih baik untuk arsitektur non x86, scripting dan dukungan lokalisasi. GRUB 2 memiliki format dan file konfigurasi baru.

Sebagian besar Fedora user tertarik dengan integrasi  GNOME 3 pada Fedora 16, jika  ingin mencoba menjalankan  Fedora 16 pada komputer dengan graphics card yang tidak support terhadap GNOME 3, maka otomatis melakukan fallback ke GNOME 2-style system.

tidak di pungkiri bahwa sebagian Fedora user pun tidak menyukai GNOME 3-style system, jika anda termasuk salah satunya maka anda dapat menjalankan fallback mode ini sebagai pilihan. caranya sangat Simple open User Menu pada kanan atas desktop lalu pilih System Settings > System Info > Graphics dan enable Forced Fallback Mode.

Kena hack lagi

Jiahhh, kampret blog ku kena hack lagi, sebenarnya mereka ini nyari apa yah di blogku, memang bener hackers indonesia ini kelewat creatif, tapi yah sudah lah, namanya juga nyari ilmu, kalau tidak ada media kasian juga yah para hacker indonesia nantinya.

Thanks Yah … trus terang saya gak tau backdors nya disimpan dimana, sudah keliling di root directory tapi nda ketemu, monggo kalo mau hack lagi silahkan, asal situs Non Profit KPLI Kendaria.k.a Kendari Linux User Group jangan di hack donk, kmarin kalian hack juga, media ini kami gunakan buat Syiar Linux dan pembelajaran bangsa terutama Sulawesi Tenggara.

Jaya Terus IT Indonesia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.